PERPUSTAKAAN IPDN
Kecerdasan buatan (AI) semakin menunjukkan peran penting dalam berbagai bidang, tak terkecuali dalam riset sosial. Salah satu teknologi yang mencuri perhatian para peneliti sosial adalah ChatGPT, model bahasa berbasis AI yang dikembangkan oleh OpenAI. Dengan kemampuannya dalam memahami, memproses, dan menghasilkan teks secara alami, ChatGPT menawarkan berbagai kemungkinan baru dalam pengumpulan dan analisis data kualitatif. Namun demikian, penggunaan AI dalam riset sosial juga memicu perdebatan etik dan metodologis. Kekhawatiran mencuat terkait potensi bias algoritma, keakuratan interpretasi konteks budaya, hingga ancaman terhadap orisinalitas pemikiran manusia.
Sehubungan dengan hal tersebut, pada hari jumat 13 Desember 2024, bertempat di Lt.2 Ruang Diskusi Perpustakaan IPDN Jatinangor, Scientific Forum bekerjasama dengan Perpustakaan IPDN melaksanakan kegiatan diskusi ilmiah bertajuk “AI ChatGPT dalam Riset Sosial: Prospek atau Ancaman”. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang aktif pada scientific forum yakni Bapak Ikra Novar Rizqi, S.Kom., M.T menyampaikan materi terkait “Etika Penggunaan ChatGPT Dalam Penulisan Karya ilmiah”, dan yang kedua Ibu Mesy Faridah Hendiyani, S.STP, MPA menyampaikan materi terkait Penggunaan “AI Dalam Riset Perguruan Tinggi”. Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah fungsional dosen, civitas akademika, serta pustakawan IPDN.
Sebagai teknologi yang terus berkembang, ChatGPT dan kecerdasan buatan lainnya menghadirkan peluang besar dalam mendukung riset sosial yang lebih cepat, luas, dan efisien. Namun, di balik potensi itu, terdapat tanggung jawab besar dalam menjaga integritas ilmiah, nilai-nilai etika, dan kepekaan terhadap konteks sosial yang tidak selalu bisa dipahami oleh mesin. Oleh karena itu, keberadaan AI seperti ChatGPT seharusnya dipandang bukan sebagai pengganti peran peneliti manusia, melainkan sebagai alat bantu yang harus digunakan secara kritis dan bijak. Masa depan riset sosial akan ditentukan bukan hanya oleh kecanggihan teknologi, tetapi oleh kebijaksanaan manusianya dalam memanfaatkannya.