Kegiatan IFLA (International Federation of Library Associations and Institutions) World Congress 2024 di Brisbane, Australia

Pada tanggal 30 September 2024, dilaksanakan pembukaan IFLA 2024 IIFS (Information Futures Summit) dengan jumlah kurang lebih 1500 delegasi dari lebih dari 100 negara bertempat di Convention Center Brisbane, Australia. Sesi pembukaan di mulai dari pidato oleh Songwoman Baringa Barambah Meeanjin suku asli Aborigin dari Queensland yang berkomitmen untuk meningkatkan aktifitas sosial budaya dan ekonomi bagi komunitas Aborigin. Dilanjutkan dengan sambutan Presiden IFLA Vicki McDonald bersama dengan Sekretaris Jenderal Sharon Memis yang membahas mengenai tema-tema utama konferensi, termasuk keberlanjutan, kepemimpinan, dan kemitraan, serta memberikan tips untuk memaksimalkan pengalaman peserta selama kegiatan IFLA. Seminar sesi pertama, dipandu oleh Vicki McDonald dan dibawakan oleh Profesor Marek Kowalkiewicz, yang membawakan materi dengan judul “AI and the Rise of the Digital Minions” peluang dan tantangan dari “digital minions” atau algoritma, termasuk AI, serta bagaimana membangun hubungan yang seimbang dengan entitas ini.

Sesi kedua (panel), dipandu oleh Sharon Memis yang mendiskusikan tentang Laporan Tren 2024 dengan para ahli internasional seperti Rachel Esson, Claudia Lux, Hayford Siaw, dan Steven Witt berbagi pandangan mereka tentang tren dan scenario tren perpustakaan, serta dampaknya bagi perpustakaan dan komunitas. Sesi ketiga (panel), dipandu oleh Leslie Weir membahas bagaimana perpustakaan dapat memanfaatkan peluang AI dan menghadapi tantangan oleh Kate Conroy, Neil Fitzgerald, dan Carlo Iacono berbagi wawasan tentang kesiapan perpustakaan di dunia AI. Sesi terakhir dipandu oleh Philip G. Kent, narasumber Masud Khokhar membahas tantangan dan peluang yang dihadapi perpustakaan perguruan tinggi pasca-pandemi, termasuk ketimpangan model penelitian terbuka, perkembangan teknologi digital, serta inovasi kolaboratif dan kepemimpinan strategis di lingkungan perpustakaan perguruan tinggi.

Pada tanggal 01 Oktober 2024, delegasi dari IPDN mengikuti Sesi seminar kesatu oleh Carla Hayden dan Kate Zwaard yang membahas pandangan mereka tentang masa depan informasi dari perspektif Perpustakaan Kongres di Amerika Serikat, serta menjelaskan langkah-langkah strategis yang mereka ambil untuk memimpin transformasi digital pada perpustakaan terbesar di dunia tersebut. Sesi kedua bertemakan “From Social Media to Generative AI” oleh Jean Burgess yang membahas perubahan besar dalam lingkungan media digital dan informasi, serta pentingnya kolaborasi antara peneliti dan lembaga budaya untuk memastikan keterlibatan masyarakat dalam konteks AI generative. Sesi ketiga (Panel) bertemakan “Visible Progress on Open Access and Open Research” dengan narasumber Ginny Barbour, Petra Lundgren, Dilara Begum, Susan Reilly, dan Catherine Clark yang membahas kemajuan dalam open access serta open research, dengan fokus pada kolaborasi lintas sektor untuk memastikan inklusi dan kesetaraan dalam produksi pengetahuan.

Sesi keempat Emilia Bell, Cristine Meng Ji, Richard Misilei, dan Victoria Owen akan membahas peran perpustakaan dalam mempromosikan keadilan sosial digital dengan fokus pada akses informasi, inklusivitas, dan pemberdayaan komunitas, dipandu oleh moderator B. Shadrach. Sesi terakhir oleh Daniel Hook (CEO Digital Science dan founder Symplectic) mendiskusikan tentang peran teknologi dan evolusi linguistik dalam membentuk lanskap pengetahuan serta tantangan dan peluang yang dihadapi oleh perpustakaan perguruan tinggi di era ‘Linguistic Age’ serta pentingnya menjaga integritas dan aksesibilitas catatan ilmiah di tengah perkembangan teknologi pemrosesan Bahasa.

Hari Ketiga IFLA: Tanggal 02 Oktober 2024, Seminar sesi pertama bersama Ana Filipa Vrdoljak yang membahas pentingnya perpustakaan dan akses informasi sebagai layanan publik yang harus tersedia untuk publik dalam mendukung hak asasi manusia, pembangunan berkelanjutan, serta perdamaian dan stabilitas global, dengan merujuk pada dokumen internasional seperti Manifesto Perpustakaan Publik IFLA-UNESCO 2022 dan Deklarasi Akhir MONDIACULT 2022, serta tantangan yang dihadapi oleh institusi bidang informasi di tingkat global. Sesi selanjutnya dengan narasumber Damian Cardona Onses yang membahas pentingnya integritas informasi dalam konteks PBB, serta bagaimana disinformasi mempengaruhi opini publik dan upaya bantuan kemanusiaan yang dikaitkan dengan bidang perpustakaan. Sesi Terakhir yakni Diskusi Panel oleh Silvia Ernhagen, Sam Helmick and Jonathan Hernández yang membahas tantangan dan ancaman terhadap kebebasan intelektual, baik dari teknologi maupun intervensi politik, serta peran perpustakaan dalam mempertahankan akses bebas informasi di masa depan.

Hari Keempat IFLA: Tanggal 03 Oktober 2024, merupakan kegiatan library tour mencakup State Library of Queensland, Brisbane Square Library, Perpustakaan Universitas Teknologi Queensland, Perpustakaan Griffith University, Perpustakaan Universitas Queensland, serta berbagai perpustakaan di Gold Coast dan Ipswich. Pada kesempatan ini delegasi dari IPDN memilih untuk mengunjungi State Library of Queensland mengingat lokasinya yang tidak terlalu jauh dari penginapan serta bersamaan dengan adanya seminar lanjutan Open Data Science sebagai rangkaian terakhir acara IFLA. Acara tersebut bertajuk “Open Data – Challenges and Opportunities for Change” dengan melibatkan pembicara dari berbagai negara seperti Australia, Kanada, AS, Hong Kong, Indonesia, Inggris, serta UN Library dan IFLA. Topik yang dibahas meliputi peran penting perpustakaan dalam menyediakan layanan dan infrastruktur bagi peneliti dan mahasiswa untuk menciptakan, menggunakan kembali, dan melestarikan data.